
Ariel 'Peterpan' dan Luna Maya mulai terbuka dengan kisah cintanya. Kali ini giliran Ariel yang mengaku sangat bangga menjadi kekasih Luna Maya.
Ariel tidak spesifik menyebutkan alasannya bangga memacari artis secantik Luna. Namun ia menegaskan kalau bukan karena Luna seorang artis, Ariel memacarinya.
"Sudut pandang ada di mana-mana yah. Kalau dibilang bangga, ya bangga pacaran dengan Luna Maya. Dia sebagai artis dan jadi kayak yang sekarang ini. Kalau gue pribadi bukan sok ya, tapi ukuran bangganya bukan di situ (keartisan Luna-red)," aku Ariel kepada detikhot saat ditemui di Restoran Bale Raos, Kraton, Jogjakarta, Minggu (17/5/2009) malam.
Lalu apa yang membuat Ariel merasa bangga menjadi pacar Luna? "Ya itu nggak bisa diomongin," kilahnya. Setiap ditanya soal hubungan dengan Luna Duda anak satu itu cenderung selalu menghindar. Namun Ariel punya alasan lain mengapa dirinya bersikap seperti itu.
"Saya nggak terlalu suka mengumbar hal itu, nggakk terlalu ingin disombongi. Tapi
kalau itu terus dieksploitasi, semua orang akan bosan dengan cerita itu. Saya
nggak mau itu terjadi. Kalau kasusnya bisa di rem, di rem aja. Tapi itu bukannya
nggak penting, jangan berlebihan aja," jelas Ariel lagi. detikhot
Senin, 18 Mei 2009
Ariel 'Peterpan' Bangga Pacaran Dengan Luna Maya
Label: ariel peterpan, gosip, gosip musik, luna maya, musik, musik indonesia, peterpan
Diposting oleh putih-abu2 di 02.23 0 komentar
RBT 'Kangen' Ardina Rasti Diunduh 1 Juta Orang
Meski kualitas vokal Ardina Rasti tergolong biasa saja, para pengguna ponsel menyukai lagu Kangen yang didendangkannya. Sebanyak 1 juta orang mengunduh lagu itu untuk dijadikan ring back tone (RBT).
"RBT aku lebih dari 1 juta. Yang paling banyak lagu Kangen. Aku enggak mau bicarakan royalti atau materi karena aku sendiri enggak tahu berapa nominal yang aku dapat," ucap Rasti di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, baru-baru ini.
RBT diunduh 1 juta pengguna ponsel dianggap Rasti sebagai pemasukan yang lumayan. Mengingat maraknya pembajakan di era sekarang. Pembajakan membuat konsumen lebih suka beli CD dan album bajakan daripada original karena harga lebih murah.
Pacaran dengan Lucky Wija selama empat tahun, Rasti memetik keuntungan tersendiri. Dia bisa belajar secara gratis tentang pembuatan album. Terutama di album keduanya bertajuk 'Pelangi'. "Kerja sama dengan Lucky membuat aku banyak belajar. Aku yang buat lagu, dia yang aransemen dan produseri. Kerja sama seperti ini termasuk jarang di Indonesia. Tapi kita sebisa mungkin profesional dan enggak ada 'harga pacar', namanya profesional," bebernya.
Rencana jangka panjang Rasti dan Lucky tak cuma sekadar menggarap album, mereka ingin bisa mengorbitkan penyanyi pendatang baru. Rencana itu akan diwujudkan setelah penggarapan album ketiga Rasti. okezone
Label: Ardina Rasti, gosip, gosip musik, musik, musik indonesia
Diposting oleh putih-abu2 di 02.20 0 komentar
Profil Kuburan Band
Satu lagi band asal Bandung yang ikut meramaikan blantika musik Indonesia. Dia adalah Kuburan Band. Media musik dan panggung merupakan alat yang dirintis oleh KUBURAN.
Dengan maksud tidak mengkotak-kotakan musik, KUBURAN pun mengproklamirkan genremusik ala mereka METAL HIDROLIK.
KUBURAN band terbentuk pada tahun tahun 2001. Awalnya, kuburan bermusik di jalur Independen (indie). Tahun 2006 lalu, mereka dengan berbagai rintangan, keberanian dan keyakinan, melepaskan album perdananya yang bertajuk 'Greatest Hits Vol.2'.
Di album ini berisikan 14 lagu dengan berbagai jenis musik, mulai dari DANGKER (dangdut Keras) hingga musik Kolosal. Personil KUBURAN pada album ini adalah Rully ( Penyanyi Inti ) , Iqbal (Vokalis Utama) , Urie ( Pelantun Tembang ) , Dino (Pemukul Dramer ) , Raka (Pemain Gitaris ) , Denny ( TheBassistman ) , DOnny ( Gitar is Melodi ) , Udhe ( Kiboran ).
Sukses melambungkan karya-karya mereka diantaranya A Letter To Euis , Tua Tua Klabing (feat.Ratu Akay) , 23 Tahun , Kembang Sekolah , Urie Udah Gede dan lain- lain , sanggup merangsang minat masyarakat ramai untuk berapresiasi dalam musik multigenre ini .
KUBURAN mampu menyuguhkan aksi panggung dan musikalitas yang tidak main-main tetapi menghibur dengan komunikasi dua arah yang terpadu , make up dan busana yang terkesan eksentrik dan tarian , akan selalu hadir dalam rangkaian aksi KUBURAN dalam pentas.
Tahun 2008, Rully, Iqbal, Urie menjadi alumnus KUBURAN dengan nilai Cum Laude. Saatnya transfer vokalis baru. Pada tahun 2009 , KUBURAN akan menelurkan album ke-2 yang bertitel : " BOOMING!!! Be Are The Kill Young Pen Think Gun Thank"
Dibawah naungan Waybe Music Indonesia. Album ini berisikan 10 lagu yang ciamik , matang, dan tetap terpadu. Personil pada album ini adalah Priya ( Ujung Tombak ) , Dino (Pemukul Dramer ) , Raka (Pemain Gitaris ) , Denny
( TheBassistman ) , DOnny ( Gitar is melodi ) , Udhe
( Kiboran ).
Disamping mengapresiasikan kesenian pada seni musik , KUBURAN pun memiliki misi sosial dengan slogan atau moto - moto yang selalu disampaikan pada saat pentas , diantaranya Jauhi Narkoba Utamakan Keluarga , Budayakan bersedekah Minimal Donor Darah , dan Brutal tapi Taqwa !!!
http://www.musikji.net/2009/05/profil-kuburan-band.html
Label: gosip, gosip musik, Kuburan Band, musik, musik indonesia, Profil Kuburan Band
Diposting oleh putih-abu2 di 02.06 0 komentar
vokalis koes plus bangga lagunya dibajak
Rasa-rasanya, tak ada satupun seniman yang ikhlas jika karyanya dibajak. Tapi, Yon Koeswoyo, vokalis Koes Plus, yang kini membentuk Koes Plus Pembaruan, justru mempersilakan masyarakat membajak lagu-lagu terbaru milik mereka.
"Silakan dibajak. Saya malah bangga," kata Yon usai manggung bersama Koes Plus Pembaruan usai memeriahkan kampanye Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Jumat (3/4) kemarin.
Bersama Seno (drum), Danang (keyboard), dan Sony (bas), Yon baru-baru ini telah merampungkan enam buah lagu anyar mereka, yaitu Song of Porong (Nyanyian Porong), Bagimu Pejuang, Doa Si Embah, Akar Rumput, Orang-Orang Tikungan Jalan, dan Keroncong Gitar Kopong.
Lirik lagu-lagu tersebut dicipta oleh Harry Tjahyono, penulis beken yang dikenal sebagai penulis Si Doel Anak Sekolahan. Nah, lagu-lagu itulah yang dipersilakan Yon untuk dinikmati masyarakat Tanah Air. Harry pun mengamininya. Lagu Song of Porong, misalnya, diperuntukkan buat masyarakat Porong, yang jadi korban lumpur Lapindo, di Sidoardjo, Jawa Timur.
Lagu-lagu tersebut, ujar pria kelahiran Tuban, Jawa Timur, itu yang akan dibawakan oleh Koes Plus Pembaruan di hadapan masyarakat Porong, Sabtu ini (4/4).
Tak hanya di Porong, lagu-lagu itu juga akan disajikan di sejumlah kota lainnya. Belakangan, Yon, bersama Koes Plus Pembaruan, "dikontrak" untuk tampil menghibur massa kampanye partai pimpinan Ir H Laksamana Sukardi itu di enam kota.
Lelahkah Yon? Tentu tidak. Meski usianya sudah masuk kepala enam, Yon masih mampu tampil prima. Setidaknya, suaranya masih lantang meski telah menyanyikan sejumlah lagu lama milik Koes Plus, seperti Bujangan, Nusantara 1, Why do You Love Me, hingga Kelelawar di hadapan massa kampanye di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Jumat (3/4)
kompas.com
Label: gosip, gosip musik, koes plus, musik, musik indonesia
Diposting oleh putih-abu2 di 02.05 0 komentar
Inilah Pacar Tata Mahadewi, Efran Fitrianto
Tata Mahadewi dan Efran Fitrianto Menikah jadi gosip hot yang bakal heboh. Pasalnya, niat personel Mahadewi ini buat mengakhiri masa lajang sepertinya bakal terwujud taon ini juga. Persiapan mulai dari Gaun Pengantin Tata Mahadewi dan Gedung Pernikahan Tata dan Efran bahkan udah siap dipesan.
Shinta Dewi dan Efran Fitrianto udah 3 taon pacaran tanpa diketahui publik. Efran Fitrianto sendiri adalah Vokalis Tiramizu Band. Erfan jatuh cinta pada Selebriti Indonesia, Tata saat kekasihnya masih menjadi pernyanyi kafe.
Foto Tata Mahadewi Dan Efran :
Tata Mahadewi akhirnya buka suara soal kelebihan Efran, sang pacar.
“Ada beberapa yang bikin bertahan sama dia. Sangat perhatian, nggak pernah ngerecokin kerjaan, nggak cemburuan,”
http://hotperez.com/tata-mahadewi-dan-efran-fitrianto.htm
Label: gosip, gosip musik, mahadewi, musik, musik indonesia, tata mahadewi
Diposting oleh putih-abu2 di 01.11 0 komentar
Video klip Main Serong The Changcuters Dituding Plagiat
The Changcuters sebagai band pendatang baru pun, kini diterpa isu tak sedap. The Changcuters dituding plagiat namun bukan dari segi lirik lagu, namun dari video klip.
Video klip lagu Main Serong yang dibawakan oleh The
Sebagai perbandingan dari kedua
Label: band indonesia, band plagiat, gosip, gosip musik, main serong, musik, musik indonesia, plagiat, The Changcuters, video klip mainserong
Diposting oleh putih-abu2 di 01.01 0 komentar
Remehkan Musik Melayu, Ridho 'Slank' Terancam Digugat
Ridho melihat gejala tersebut sebagai degradasi musik Indonesia. "Gue speechless kalau ngomongin itu. Musik Indonesia sedang mengalami degradasi. Wah, gue nggak bisa ngomong apa-apa. Gue malu ngeliatnya," ujar Ridho di Jakarta, Jum`at (8/5), seperti yang dilansir www.detikhot.com.
Komentar kontroversial musisi kelahiran Ambon dengan nama asli Mohammad Ridwan Hafiedz itu merupakan wujud penyikapannya terhadap fenomena booming band-band baru yang melibatkan unsur Melayu dalam karya-karya bermusiknya.
Para penikmat musik Indonesia saat ini memang tengah menggemari tren aliran musik yang bernuansa Melayu sehingga tak heran jika kelompok musik bergenre pop Melayu pamornya melejit berkat lagu-lagunya yang easy listening. Namun Ridho mempersoalkan kualitas dari lirik lagu-lagu tersebut. "Musiknya oke gitu, karena kita mencoba merakyat, tapi liriknya harus bagus, dong!" tegasnya.
Ridho mencemaskan industri musik Indonesia saat ini yang menurutnya sedang berada dalam kondisi bahaya. Dari segi kualitas, musik Indonesia jelas mengalami penurunan, apalagi jika ditinjau dari lirik lagu-lagunya.
Bagi Ridho, sah-sah saja memadukan nuansa dangdut –yang selama ini identik sebagai musik asli Melayu– sebagai pendukung harmonisasi dalam bermusik namun jangan sampai justru membuat kualitas musik menjadi Melayu tanpa arah. Ridho pun lagi-lagi menekankan rasa malunya ketika mendengar lagu-lagu semacam itu. “Gue malu aja, serius!" tukas Ridho seraya menggeleng-gelengkan kepala.
Diharapkan Minta Maaf
Menyikapi tudingan Ridho terhadap efek negatif musik Melayu, pemangku sekaligus pendiri Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), Mahyudin Al Mudra, SH., MM., menyarankan agar Ridho segera mengklarifisikasi pernyataan kontroversialnya itu. Mahyudin melihat, apa yang ditudingkan Ridho dapat menimbulkan perpecahan dan merusak kerukunan berbangsa.
“Karena berita itu kemungkinan dibaca jutaan orang, sebaiknya Ridho mengklarifikasi konteks, maksud, dan tujuan ucapannya. Kenapa Melayu yang tak salah apa-apa dikambinghitamkan? Kenapa unsur Melayu dibilang memalukan Indonesia?” tandas Mahyudin saat ditemui di sela-sela acara diskusi bertajuk “Budaya Melayu Berdiaspora”, yang diadakan di BKPBM, Jalan Gambiran, No. 85 A, Yogyakarta, Senin (23/5).
Persoalan komentar Ridho mengenai musik Melayu ini sudah menjadi perbicangan hangat di kalangan penggiat dan pemerhati budaya Melayu. Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun, banyak pihak menyesalkan pernyataan Ridho yang berbau provokatif tersebut.
Beberapa kalangan mengingatkan bahwa bahasa Indonesia itu berasal dari bahasa Melayu sehingga dengan sendirinya semua lagu Indonesia dipengaruhi unsur Melayu. Inilah yang harus diluruskan. “Jadi jangan sampai Melayu terfitnah,” kata Mahyudin.
Hal-ihwal konteks kemelayuan, Mahyudin mengatakan bahwa selama ini pemahaman tentang Melayu masih sangat sempit dan sering salah kaprah. Melayu tidak melulu hanya melingkupi etnis-etnis atau daerah-daerah yang kebetulan berada di kawasan Semenanjung Malaya saja. Nyaris seluruh wilayah Nusantara, termasuk Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Maluku, masih terikat dalam kesatuan rumpun Melayu.
Menurut Mahyudin, pernyataan Ridho yang menistakan musik Melayu berpotensi menimbulkan stigma buruk terhadap etnis Melayu dan bisa memantik ketersinggungan bahkan kemarahan orang Melayu. Untuk itu, Mahyudin meminta kebesaran hati Ridho untuk mengklarifikasi pernyataannya dengan meminta maaf.
“Jika memang salah ucap, atau wartawannya yang salah tulis, ya minta maaf, dengan begitu tidak jadi berkepanjangan,” ucap Mahyudin yang telah puluhan tahun bergelut di ranah kebudayaan Melayu ini.
Jika pihak Ridho tidak menanggapi itikad baik ini, setelah mendengarkan saran dan masukan dari berbagai pihak, Mahyudin akan mempertimbangkan untuk membawa perkara ini lewat jalur hukum.
Sebagai langkah antisipasi, Mahyudin telah menyiapkan tim pengacara manakala pihak Ridho tidak mengindahkan himbauan untuk memohon maaf atas pernyataannya itu. “Mulutmu hariamau-mu. Jika berbicara jaga mulutmu, jika berjalan jaga kakimu," ujar Mahyudin mengutip senukil falsafah kearifan khas Melayu.
Mahyudin sendiri mengakui bahwa dirinya juga termasuk Slanker –sebutan bagi penggemar grup musik Slank– karena lagu-lagu Slank yang kritis dan membela rakyat. “Tak ada yang mewajibkan untuk membenci Slank. Jelek-jelek begini, saya juga Slanker, tetapi saya cinta Melayu,” pungkas Mahyudin yang tetap mengharapkan dan mengutamakan jalan kekeluargaan dalam upaya penyelesaian perkara ini.
Pro-Kontra Musik Melayu
Kegemilangan band-band masa kini yang berhasil merebut simpati massa musik Indonesia dengan mengusung aliran musik Melayu memang telah menjadi perdebatan tersendiri, bahkan di kalangan para musisi itu sendiri. Salah satu kelompok musik tersukses yang konsisten memainkan lagu-lagu bergaya Melayu adalah band asal Bandung, ST 12.
ST 12 mengusung genre musik Melayu bukan karena minim kreativitas. Menurut Dedy Sudrajat alias Pepeng, salah seorang personil dari trio ST 12, musik melayu itu merupakan ciri khas Indonesia.
"Kenapa harus dikotak-kotakkan? Nggak beralasan menilai aliran Melayu jelek. Kalau memandang seperti ini, kenapa musik dangdut nggak dilibas sekalian? Standar bermusik itu nggak ada, saat kita menawarkan sesuatu yang baru malah dihina dan dihalang-halangi," sergah penggebuk drum ST 12 ini di Jakarta, Jumat (8/5).
“Yang jelas, ST 12 akan selalu berusaha meningkatkan kualitas dalam bermusik,” lanjutnya. “Apapun kata orang, kita bisa membuktikan pasar kita,” timpal Muhammad Charly van Houten, sang vokalis.
Hal senada juga dituturkan oleh biduan Ussy Sulistiawaty dan grup vokal Mahadewi. Ussy tidak merasa banjirnya musik bernuansa Melayu sekarang ini sebagai suatu masalah.
“Mereka yang tidak suka jenis musik tersebut hanya karena termakan gengsi,” kata Ussy seperti yang dimuat dalam www.celebrity.detikyogyakarta.net.
Sementara Mahadewi, duo vokal didikan pentolan grup musik ternama Dewa 19, Ahmad Dhani, dengan tegas menyatakan bahwa musik Melayu adalah musik asli Indonesia. Ahmad Dhani sendiri, sebagai penggagas terbentuknya Mahadewi, baru-baru ini menawarkan lagu terbarunya yang sangat berciri Melayu, berjudul “Madu Tiga”.
http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=8&id=9418
Label: gosip, gosip musik, musik, musik indonesia, musik melayu, ridho slank, slank
Diposting oleh putih-abu2 di 00.57 0 komentar